Perpaduan Farming dan Action RPG yang Ambisius
Rune Factory 5 mencoba menggabungkan elemen simulasi bertani, RPG aksi, eksplorasi dungeon, dan interaksi sosial dalam satu paket yang besar. Pemain berperan sebagai karakter yang baru tiba di kota Rigbarth dan bergabung dengan SEED, sebuah organisasi yang membantu warga sambil menjalani kehidupan agraris dan petualangan. Aktivitas utama mencakup bercocok tanam, merawat hewan, memasak, serta menjelajah dunia terbuka dan dungeon untuk melawan monster atau mengumpulkan resource.
Secara teori, kombinasi ini menarik karena memberi fleksibilitas tinggi dalam cara bermain. Kamu bisa menggabungkan hari bertani dengan menjelajah gua dan berburu material untuk crafting atau quest. Namun implementasinya tidak selalu mulus; beberapa elemen seperti sistem auto-targeting dan kontrol farming terkadang terasa kurang responsif atau intuitif, terutama jika dibandingkan dengan seri sebelumnya atau kompetitor di genre sama.
Cerita dan Karakter dengan Potensi Besar
Rune Factory 5 memiliki cerita yang cukup luas dengan berbagai karakter yang dapat diajak berinteraksi—termasuk opsi romance, kini lebih inklusif dengan dukungan pernikahan sesama gender. Hubungan sosial tetap menjadi bagian penting dari permainan, memberikan motivasi tambahan untuk menjelajah dan menyelesaikan quest.
Sayangnya, narasi utama sering dianggap linear dan kurang mendalam oleh beberapa reviewer, dan pacing cerita bisa terasa lambat untuk pemain yang lebih fokus pada elemen RPG. Beberapa karakter juga dirasa kurang mengesankan atau sedikit repetitif dalam interaksi sehari-hari.
Visual 3D dan Isu Performa
Rune Factory 5 adalah entri pertama seri yang sepenuhnya menggunakan visual 3D, beralih dari perspektif isometrik klasik. Model karakter RAJA99 LOGIN umumnya tampil cerah dan penuh warna, menggambarkan dunia fantasy yang ramah dan penuh aktivitas.
Namun, banyak reviewer dan pemain mencatat isu performa yang mengganggu seperti framerate tidak stabil, loading panjang, pop-in lingkungan, dan visual yang kadang terlihat kurang halus dibanding ekspektasi modern. Hal ini terutama terasa pada platform seperti Switch, tetapi beberapa masalah serupa juga dilaporkan pada versi lain.
Gameplay Loop dan Konten yang Kaya
Secara mekanis, Rune Factory 5 masih mempertahankan elemen-elemen yang membuat seri ini dicintai: multi-aktivitas tiap hari, crafting, eksplorasi, dan progression yang beragam. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan, mulai dari bertani hingga menjalankan quest dunia, menambah kedalaman gameplay.
Namun, beberapa pemain dan reviewer merasa gameplay bisa menjadi repetitif setelah puluhan jam, dengan farming yang terasa lebih seperti rutinitas berat dan pertarungan yang tidak terlalu kompleks. Meskipun begitu, bagi penggemar genre hybrid JRPG + simulasi, konten yang ada tetap memberikan alasan untuk terus menjelajah dan membangun karakter.
Kesimpulan: Suka atau Tidak Tergantung Selera
Rune Factory 5 adalah game dengan ambisi besar—menggabungkan berbagai genre dalam satu pengalaman RPG. Bagi mereka yang sudah menyukai seri Rune Factory sebelumnya atau ingin mencoba perpaduan farming dengan elemen RPG, game ini masih layak dicicipi karena kontennya yang kaya dan dunia yang besar.
Namun, jika kamu mencari pengalaman yang lebih halus secara teknis, kontrol yang responsif, atau narasi kuat, mungkin kamu akan merasa game ini tidak setinggi pendahulunya seperti Rune Factory 4.